Saudara tidak tahu cara membuat blog atau malas dan penginnya blognya udah jadi? BauBlogging menyediakan jasa buat blog langsung jadi. cek info jasanya

Dapatkan Pengetahuan Strategi Menulis, Mengelola Blog + Trik Pemasaran Ampuh Setiap Minggunya

* indicates required

Menulis Diksi: Apa itu Diksi dan 9+ Jenis Diksi dan Contoh – Contohnya

Mau nambah ilmu tentang keuangan syariah ngga? Kamu pilih mana nabung pake bank konvensional apa syariah? Kalo pake konvensional kamu makin bangkrut dan miskin. Coba pelajari system keuangan syariah ini Solusinya nabung dengan syariat islam.

Kelas WhatsApp Gruop Menulis dan Ngeblog Online

Anda mau ikut kelas Menulis dan Ngeblog Online Gratis?

Ada satu syarat kalau mau ikut kelas Menulis dan Kelola Blog – Blog ini

1. Wajib join Facebook Grup BauBlogging

2. Follow Instagram Admin dan Pemateri Mukhofasalfikr

3. Kelas WhatsApp hanya diperuntukkan bagi yang sudah join di Facebook BauBlogging

4. Terbatas untuk 30 peserta setiap grup WhatsApp sesi

5. Akan diadakan terus menerus secara berkelanjutan bagi peserta / anggota yang ingin menimba ilmu tersebut (tapi harus terdaftar sebagai anggota aktif di grup BauBlogging FaceBook ya) kalau tidak akan masuk ke grup kelas di WA Grup

Sering muncul pertanyaan seperti ini:

1. Jelaskan elemen dari diksi?
2. Sebutkan 5 contoh kalimat diksi

Diatas sering dilakukan oleh para siswa / murid SMP / SMA yang sedang mencari jawaban atas tugas sekolah yang diberikannya.

Tidak hanya itu jika saudara ingin menjadi seorang penulis buku novel tentu saja juga harus menguasai Diksi. Karena punya peran penting dalam mempengaruhi pembaca buku novel saudara nantinya.

Join juga ke Grup BauBlogging dan Sahabat Mukhofas BauBlogging untuk bertanya seputar diksi dan penulisan.

Pengertian dan Definisi Diksi

Diksi adalah sebuah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaanya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).

Diksi bukan hanya pilihan kata, bisa juga diartikan sebagai pernyataan untuk mengungkapkan sebuah gagasan maupun mengungkapkan suatu cerita yang meliputi persoalan seperti pada gaya bahasa (majas), ungkapan gagasan, dan lain – lain.

Dengan adanya diksi maka setiap kata – kata dapat dibaca maupun dipahami pembaca maupun pendengar.

Diksi sendiri tidak Cuma berlaku pada karya fiksi, bisa juga untuk nonfiksi.

Pengertian Diksi Menurut para Ahli

Depdikbud 1990:205 >> adalah berupa pemilihan kata yang memiliki makna tepat dan selaras atau dalam penggunaanya memiliki kecocokan dalam mengungkapkan gagasan dengan pokok pembicaraan, peristiwa dan khalayak pembaca atau pendengar pilihan kata.

Harimurti 1993:44 >> adalah pilihan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek yang tertentu dalam berbicara didepan umum atau dalam karang mengarang.

Keraf 1996:24 >> diksi terbagi menjadi 2. Diksi yang pertama adalah pilihan kata atau diksi mengenai pengertian kata – kata mana yang digunakan untuk menyampaikan suatu gagasan bagaimana dalam membentuk adanya pengelompokan kata – kata yang sesuai atau pengungkapan yang tepat dan gaya yang mana lebih baik dari situasi.

Diksi yang kedua adalah membedakan secara tepat nuansa – nuansa makna dari gagasan yang dapat disampaikan dam kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan juga nilai dari sebuah rasa yang mempunyai kelompok masyarakat, pendengaran dan pembaca.

Susilo Mansurudin dalam Buku Mozaik Bahasa Indonesia >> adalah pemakaian diksi yang tepat, cermat, dan benar dapat membantu memberi nilai pada suatu kata. Pilihan kata yang sesuai dalam kata lain adalah tepat untuk mencegah kesalahan penafsiran yang berbeda.

Enre 1990:45 >> adalah penggunaan kata yang sesuai dalam mewakili pikiran dan juga perasaan yang ingin dinyatakan dalam suatu pola untuk kalimat.

Widyamartaya 1990:45 >> adalah kemampuan seseorang dalam membedakan secara tepat nuansa – nuansa makna yang tepat dengan gagasan – gagasan yang disampaikannya, dan kemampuan tersebut yang sesuai kehendak dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat dan pendengar atau pembaca.

5 Fungsi Diksi dalam Karya Sastra (Puisi, Cerpen, Novel)

1. Membuat orang yang membaca ataupun mendengar karya sastra menjadi lebih paham mengenai apa yang ingin disampaikan pengarang / penulis.

2. Membuat komunikasi menjadi lebih efektif dan efesien..

3. Melambangkan ekspresi yang ada dalam gagasan secara verbal (tertulis atau pun terucap)

4. Membentuk ekspresi atau pun gagasan yang tepat sehingga dapat menyenangkan pendengar atau pun pembacanya.

5. Membentuk gagasan yang tepat.

Ciri – Ciri Diksi

Manfaat Diksi dalam dalam Menulis dan Berbicara

1. Supaya pendengar / pembaca dapat membedakan secara baik terhadap kata – kata denotatif, konotatif, sinonim, antonim dan juga kata – kata yang memiliki ejaan mirip.

2. Bagi Penulis / pengarang supaya dapat membedakan kata – kata yang ditulisnya sendiri, dan kata – kata yang dikutipnya dari orang lain / terkenal.

Macam – Macam Diksi

Macam Diksi berdasarkan Leksikal

1. Sinonim

Sinonim adalah pilihan kata (diksi) yang memiliki persamaan makna.

Diksi ini dipiilih karena untuk memberikan kesan lebih baik atau halus.

Contoh Sinonim

Mati– Wafat

Matahari – Mentari

Cantik – Elok

Lezat – Enak

Sedih – Murung

Pintar – Pandai

2. Antonim

Antonim adalah pilihan kata yang memiliki makna berlawanan atau berbeda dengan ungkapan lainnya.

Contoh Antonim

Besar – Kecil

Tinggi – Rendah

Panjang – Pendek

Naik – Turun

Besar – Kecil

Banyak – Sedikit

Bersih – Kotor

Pergi – Pulang

Malam – Siang

Pagi – Sore

Gelap – Terang

Cepat – Lambat

Ganteng – Cantik

Mahal – Murah

3. Polisemi

Polisemi adalah frasa (satuan) kata yang memiliki banyak makna / pengertian lebih.

Contoh Polisemi

1. Jika menabung di Bank, maka akan mendapatkan Bunga

2. Dia adalah Bunga desa tercantik

3. Bunga Sakura merupakan bunga yang indah

4. Homograf

Homograf adalah kata –kata yang memiliki makna ejaan sama akan tetapi memiliki arti dan bunyi / lafal berbeda.

Contoh Homograf

1. Mukhofas sedang makan Tahu Goreng di Warung

2. Mukhofas tidak Tahu bahwa hari ini hari sabtu

Saudara bisa menebak antara dua kalimat tadi, kata Tahu ejaannya sama, tapi beda arti / maksud.

3. Mukhofas memiliki Mental yang kuat saat menghadapi kelakuan para preman pasar.

4. Handphone Mukhofas terjatuh dan langsung Mental ke jalan raya dan di plindes truk

Saudara bisa menebak antara dua kalimat tadi, kata Mental ejaannya sama, tapi beda arti / maksud.

5. Homofon

Homofon adalah kata – kata yang memiliki bunyi / lafal yang sama akan tetapi makna dan ejaannya berbeda.

Contoh Homofon

1. Mukhofas rajin menabung di Bank Muamalat di Karanganyar.

2. Bang Mukhofas, merupakan seorang penulis blog BauBlogging.

Saudara bisa melihat yang dicetak tebal dari dua kalimat bahwa kata “Bank” dan “Bang” memiliki bunyi sama tapi ejaan dan maknanya berbeda. Pada kalimat pertama menunjukkan tempat, sedangkan kalimat kedua menunjukkan arti saudara.

6. Homonim

Homonim adalah kata – kata yang memiliki ejaan yang sama namun makna / pelafalan bunyinya berbeda.

Contoh Homonim

Asep (nama orang) dan Asep (asap)

1. Bapaknya Mukhofas bernama Asep

2. Mukhofas membakar sampah dan menimbulkan Asep (Asap)

Pada kata yang dicetak tebal “Asep” memiliki lafal dan ejaan sama tapi makna pelafalan berbeda. Jika kalimat pertama menunjukkan nama orang, sedangkan kalimat kedua menunjukkan Asep / asap hasil pembakaran.

7. Hiponim

Hiponim adalah kata yang makna pelafalan bunyinya telah tercakup / mewakili banyak dalam kata lain.

Jadi Hiponim dapat menjadi kata umum dari penyebutan

Contoh Hiponim

Kata Salmon yang telah termasuk ke dalam makna kata ikan.

8. Hipernim

Hipernim adalah kata yang telah mencakup makna kata lain.

Contoh Hipernim

Contohnya ada pada kata baik, bagus, dan beberapa kata lain.

Macam Diksi berdasarkan Maknnya

1. Makna Denotatif

Denotatif adalah menyatakan suatu makna yang sebenarnya dari suatu kalimat atau kata. Disebut juga dengan makna apa adanya.

Contoh Kalimat Diksi Denotatif

1. Mukhofas “Kerja keras”, bekerja pagi sampai sore untuk menghidupi keluarganya.

2. Mukhofas seorang yang “gemar membaca”, maka tidak heran jika dia pintar dan berwawasan luas melebihi teman – teman sepermainnya.

3. Mukhofas terlihat senang, mungkin dia sedang mendapat “keuntungan yang melimpah”

4. Mukhofas baru saja jatuh dan terkena batu sehingga menyebabkan luka para dan harus diharuskan untuk diberi “hanaplast” pada bekas lukanya.

2. Makna Konotatif

Konotatif adalah menyatakan makna yang memiliki arti bukan yang sebenarnya dari suatu kalimat atau kata.

Contoh Kalimat Diksi Konotatif

1. Mukhofas “banting tulang”, bekerja pagi sampai sore untuk menghidupi keluarganya. (kata “banting tulang” diartikan sebagai kerja keras)

2. Mukhofas seorang yang “kutu buku”, maka tidak heran jika dia pintar dan berwawasan luas melebihi teman – teman sepermainnya. (kata “kutu buku” diartikan sebagai gemar membaca)

3. Mukhofas terlihat senang, mungkin dia sedang mendapat “durian runtuh” (kata “durian runtuh” diartikan sebagai keuntungan yang melimpah)

4. Mukhofas baru saja jatuh dan terkena batu sehingga menyebabkan luka para dan harus diharuskan untuk diberi “alat tambal luka” pada bekas lukanya. (kata alat tambal luka diartikan sebagai hanaplast – sejenis perban luka)

3. Diksi Kata Abstrak

Diksi kata Abstrak adalah kata yang memiliki referen berupa konsep, kata abstrak sukar digambarkan karena referensinya tidak dapat diserap dengan panca indra manusia. Kata – kata abstrak merujuk kepada kualitas (Panas, dingin, buruk, baik, kejam), pertalian (kuantitas, jumlah, tingkatan) dan pemikiran (kecurigaan, kepercayaan, dan penetapan)

Kata – kata abstrak sering dipakai untuk menjelaskan pikiran yang memiliki sifat teknis dan juga khusus.

4. Diksi Kata Konkrit

5. Diksi Kata Umum

6. Diksi Kata Khusu

7. Diksi kata Ilmiah

8. Diksi Kata Populer

9. Diksi Kata Jargon

10. Diksi Kata Slang

11.Diksi Kata Asing

12. Diksi Kata Serapan

Bacaan Bagus yang perlu saudara tahu:

1. Apa itu Penulis Freelance dan Bagaimana Cara Mendapatkan Uang dari menjadi Penulis Lepas.

2. Apa itu Novel dan Macam Genre Novel dan Contoh Novel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *