Informasi Lomba Blog nih Simak di sini

Saudara ingin menjadi penulis profesional seperti penulis kawakan terkemuka Indonesia seperti Andrea Hirata, Tere Liye, Asma Nadia, Pipiet Senja, Indari Mastuti, Ippho Santoso, Felix Y. Siauw, Helvy Tiana Rossa, Dewi Lestari, Afifah Afra, Fauzil Adzim dan penulis lain yang tak bisa disebut satu persatu. Beberapa penulis diatas ada yang namanya tersohor di negeri orang. 

Mukhofas mau berbagi sedikit bagaimana langkah menjadi seorang penulis profesional yang biasa disebut mujahid pena, pejuang pena, pahlawan pena yang akan menggoreskan tinta untuk kebaikan dan untuk keburukan (karena baik buruknya menjadi penulis tergantung dari tujuan dan niat saudara) jadi saya sarankan untuk menjauhi menulis tema – tema romantis seperti pacaran masa muda, mistis horor yang percaya dan membawa pembaca akan kesyirikan, tulisan punya unsur percabulan didalamnya harusnya dihindari (bila kita menulis untuk kebaikan dan menjadi amal pahala ketika hari kiamat nanti.Menjadi penulis itu juga perkara berat karena amal – amal yang kita perbuat dalam menulis itu juga dipertanggung jawabkan (dihisab) dihadapan Allah tuhan jagad semesta nanti.

Di alam baru (setelah mati) nanti akan ada perjalanan hidup lanjutan yang akan dimintai pertanggungjawaban termasuk tujuan menulis kita ini. 

Jadi bila saudara seorang muslim dan bertaqwa hati – hati juga dalam menulis untuk menjadi seorang penulis apapun dan dimanapun berada.

Baiklah bila saudara ingin membaca postingan ini teruskan gulir kebawahAda rekan – rekan penulis yang baru belajar menulis bertanya soal menjadi penulis hingga bisa nangkring di Toko buku atau katakanlah penulis profesional.

Mas Mukh, gimana sih jadi penulis? Tanyanya via WhatsApp

Ya mbaknya ini harus nulis mulai dari sekarang.

Ayo Bergabung di BauBlogging Community WhatsApp Gratis

Komunitas Blogger, Kepenulisan dan Internet Marketing

Terbatas Sampai 5 Desember 2017 (Buruan Sebelum Tautan Diganti)

Klik Tautan WhatsApp Sini 

Jawab Mukhofas Singkat

Untuk menjadi penulis yang bisa menghasilkan karya betul – betulan kita harus memulainya dari yang terkecil dahulu.

1. Niat kuat dan Tujuan utama Menjadi penulis

Semua tujuan dimulai dari niat dan tujuan menulis yang kuat serta tahu gambaran apa yang akan dicapai ketika menjadi penulisTanpa niat yang kuat tidak akan ada artinya. 

Mukhofas tanya, “Apakah Kamu mau jadi penulis?” 

“Ya” Kamu harus punya kemauan atau hasrat yang kuat ingin menjadi penulis. Diibaratkan dengan emas, emas itu ada kadarnya ada emas 24 karat, 22 karat hingga 1 karat. Kira – kira berapa kadar karat saudara untuk menjadi penulis?

Penulis apa yang ingin kau capai, apakah penulis cerpen anak –remaja – dewasa, novel petualang islami, persahabatan yang dibalut cinta dalam islam tips- tips, apakah penulis fiksi atau non fiksi (baca:memikirkan tulisan yang akan dibuat).

Saudara harus tahu betul ketika awal menulis mau menjadi penulis tema apa. Ini hal penting saudara lakukan untuk mengetahui tulisan saudara nantinya sehingga secara tidak langsung kita akan tahu target pembaca itu.

Saran: Pahami dulu jenis – jenis buku yang ingin saudara tulis atau jenis – jenis tulisan fiksi dan nonfiksi. Apa jadinya kalau tidak tahu?

Ya akan menulis sekehendak hati tanpa tahu arah yang jelas

1. 19 Macam – Jenis buku yang layak saudara ketahui

2. Macam dan Jenis fiksi serta Non fiksi

Selain itu pula saudara juga harus tahu apa nilai (value) yang ingin disampaikan kepada pembaca.Setelah itu ditahap ini saudara harus tahu betul hasrat ingin menjadi penulis jenis apa dengan membangun komunikasi branding tentang diri saudara seorang penulis.

Disini pula saudara harus punya nama yang unik yang menjadi pembeda dari penulis – penulis lain.  

Bayangin saja nama asli yang saudara pakai sudah dipakai banyak orang mungkinkah nama – nama yang sudah umum akan mengenali saudara selaku penulis? 

https://konnect.adpxl.com/tracking/redirect/763/13?sub_id=default&redirect=https%3A%2F%2Fwww.muslimarket.com

Contohnya nama  “Suparmin” sudah ada banyak dan menjadi penulis, ada 2 nama suparmin sama – sama terkenal sehingga akan membingungkan pembaca suparmin yang mana yang dimaksud itu. Setidaknya nama unik itu penting untuk meningkatkan dan melejitkan nama saudara kedepannya.

Bila nama saudara sudah ada yang dipakai penulis lain maka masyarakat akan kesulitan mengenali saudara (bingung) jadi berusahalah untuk mencari nama unik sebagai pembeda.

Saran: buatlah nama pena yang akan saudara angkat menjadi cikal bakal nama beken penulis di kemudian hari nanti dan tetapkan branding saudara selaku penulis.

1. Pengertian Branding dan Penjelasannya (Termasuk Penulis dan Beragam Profesi)

Contoh branding penulis itu seperti Mba Asma Nadia itu penulis buku yang target sasarannya pembaca muslimah Indonesia sehingga rata – rata pembeli karya – karya beliau adalah ya kaum hawa muslim.

Contoh lain Habiburahman El – Shirazy rata – rata tulisannya adalah novel islami pembangun jiwa yang sarat makna yang ditujukan kepada pembaca yang suka novel – novel percintaan romantis islami yang mendapat pangsa pasar pembaca tersendiri.

Contoh lain Mukhofas Al-Fikri mengupas dan fokus utamanya menulis tentang Blogging, Kepenulisan dan Pemasaran yang audiens pembacanya adalah mereka yang butuh informasi ini.

Bila saudara tidak tahu dan berantakan dalam menentukan arah siapa pembaca – pembaca karyaku. Saudara akan menemui kegagalan karena tidak tahu siapa target pembacanya pembaca yang disasar).

Maka dari itu branding yang mau diangkat kita ingin mau menjadi penulis jenis apa harus sudah terpikirkan sejak dini.

Maka 10 macam buku ini  (Buku Panduan menjadi Penulis) juga sangat direkomendasikan dalam menentukan audiens pembaca karya saudara.

2. Pantang menyerah

Sejatinya untuk menjadi penulis seorang mujahid pena bukanlah suatu hal yang mudah nan cepat.

Akan ada ada badai – badai (proses) yang panjang untuk terus melewatinya.

Kita ibaratkan begini saudara punya mimpi menjadi penulis ketika SD, maka akan ada tahap lanjutan SMP, SMA hingga baru dikatakan penulis legendaris ketika saudara sudah sampai S3

Tentu hal itu sebuah badai (proses) yang sangat panjang.

Jadi saudara selama menjadi seorang penulis harus punya sikap pantang menyerah, padahal dalam sebuah proses itu akan terdapat berbagai cobaan dan kita berpikir untuk menyerah dengan keadaan yang masih belum seberapa.

Seperti apa badai – badai itu? 

“Tidak ada laptop buat menulis, kan bisa juga menulis di buku tulis berlembar – lembar halaman”

“Tidak ada waktu, karena saya seorang guru yang mengajar sehingga tidak waktu khusus”

“Sibuk dengan kepadatan sekolah atau kuliah sehingga tidak sempat ada waktu luang khusus”“Ilmu, pengetahuan dan wawasan masih sangat minim sekali, sehingga tidak pantas”Dan alasan – alasan seabreg – abreg macamnya.

Apabila saudara sudah menyerah sebelum berhasil sama saja berarti telah berhenti berjuang dalam meraih impian cita – cita saudara sejak awal ingin menjadi seorang penulis populer.

Pernah baca atau dengar seorang pencari batu permata intan dalam tanah mulai lekas menyerah, padahal tinggal sejengkal lagi akan mendapatkan permata intan yang dicari, tetapi sudah menyerah duluan.

Apabila saudara menginginkan hasil karya buku yang telah saudara hasilkan bisa best seller cobalah untuk mempelajari rahasia buku bisa dikatakan best seller, cobalah untuk membaca postingan Cara Menyiapkan buku best seller nan laris

Menyerah dikala buku pernah saudara bikin tidak bisa menghasilkan rekor luar biasa janganlah berputus asa teruslah maju.

Oh iya bila tidak punya laptop, tapi punya handphone android atau ponsel layar sentuh saudara menggunakan itu untuk mulai menulis dengan aplikasi – aplikasi penunjang menulis.

Apalagi menulis di blog pun (walaupun lewat handphone) sekalipun juga bisa mewujudkan menjadi seorang penulis. Dengan menulis secara konsisten di blog sesuai dengan yang Mukhofas sarankan diatas (branding dan  target pembaca buku saudara nanti)

1. Cara Menulis dan Mengelola  Blog di telepon seluler untuk mewujudkan menjadi penulis

2. Cara Blogger (Penulis Blog) Menulis Buku (Tulisan / Catatan Blog Dibukukan)

3. 18 Penulis Blog yang Sukses Menulis Buku dari Catatan tulisan blog (Tulisan murni / Original)

Sejatinya penulis yang masih pemula dan jenuh, bosan dan lekas putus asa tapi tidak bisa mengembangkan diri untuk terus menulis bisa disebut penulis pengangguran.

Apalagi untuk menjadi penulis profesional itu tidak ada kata santai dan leha – leha. Ibaratkan seorang buruh bangunan untuk mendapatkan upah Rp. 100.000 saja butuh bekerja keras maka dalam penulisan sama Cuma caranya berbeda.

3. Ikhtiar (Usaha) yang Maksimal

Ikthiar ini sebuah usaha dan membangun komunikasi agar saudara dan tulisan karya saudara betul – betul dinikmati pasar pembaca (masyarakat umum atau segmen tertentu)

Ketika saudara menulis sebuah naskah calon buku (novel dan model – model buku lain) saudara harus bisa membuat suatu naskah yang greget, unik (tidak biasa) dari penulis – penulis lain yang sudah menulisnya, lebih menonjol isinya dari buku sejenis dan punya nilai lebih baik kualitasnya. 

Hal ini dikarenakan saudara akan bersaing dengan penulis senior yang sudah mampu menghasilkan suatu karya hebat maka saudara harus bisa lebih hebat dari penulis senior dan bisa mengungguli dari penulis senior nan profesional itu. Bila mampu saudara akan naik level branding / citra diri selaku penulis akan meningkat.

4. Tahan Banting dan Dedikasi – Komitmen Tinggi yang bisa Bertahan (Konsisten) jadi Penulis

Ketika naskah saudara selesai dibuat lalu dikirimkan ke penerbit mayor dan pihak editor bilang “Naskah tidak diterima dengan pertimbangan sebagai berikut

1. Naskahnya tidak greget dan tidak dibutuhkan pasar

2. Segmen pembaca terlalu umum sehingga tidak bisa dipastikan laris

Terima kasih atas kesediaan telah mengirim naskah kepada kami, terserah saudara hendak mau diapakan diserahkan kembali. Ditunggu naskah terbaik saudara yang lain.

Pernyataan diatas merupakan salah satu tanda naskah kita yang dikirim ke penerbit ditolak.

Apa yang terjadi pada saudara ketika mendapatkan penolakan?

Putus asa dan beralih ke profesi lainnya? Itu bukan suatu keputusan bijak, tapi saudara terus berusaha  tidak menyerah dan tahan banting. 

Saudara harus punya pendirian yang kokoh untuk terus bertahan dan melahirkan karya – karya terbaiknya ke muka publik pembaca (masyarakat)  hingga personal branding semakin mengakar di masyarakat.

Tentu hal ini dibutuhkan sebuah dedikasi dan komitmen tinggi secara berkelanjutan dan upaya terus menerus.

Apalagi menulis bukan pekerjaan ringan. Ibaratkan seseorang yang menuntut ilmu di sekolah menengah untuk mendapatkan juara kelas dan juara paralel, saudara harus mau belajar lebih keras dari penuntut ilmu laiinnya, harus cerdik dalam mengelola waktu belajar dan waktu bermain atau kesibukan yang lain.

Proses menyelesaikan satu tulisan karya, naskah tulisan calon buku / novel memang tidak lebih ringan dari sekedar menuntut ilmu.

Untuk merampungkan satu naskah novel saja dengan kualitas terbaik dibutuhkan waktu berbulan – bulan  untuk meramu ide gagasan dan menuliskannya, belum lagi dibutuhkan riset  yang tidak sebentar.

Proses menulis yang sangat panjang ini membutuhkan tenaga dan energi  yang tidak sedikit serta dedikasi dan komitmen kuat dan tidak main – main.

Maka teruslah bekerja keras bukan malah berhenti dan menyerah. 

5. Kuasai Aturan Penulisan Tanda Baca

Bagi penulis pemula ini sering diabaikan. Belajar aturan penulis itu juga diharuskan bukan semata – mata pekerjaan editor. Editor itu juga penulis juga sejatinya

Belajar sambil berjalan dan berlatih.

Penulis pemula ketika menulis sering amburadul dan tak beraturan dari segi penulisan  dan tanda baca dalam kalimat.Dulu ketika di sekolah dalam pelajaran bahasa Indonesia pernah diajarkan cara – cara penggunaan penulisan awalan kata kerja seperti “di” “ke” “dari” dan banyak lagi.

Kita ketika sekolah memang tidak memperhatikan dan belajar dengan serius ternyata.Hal – hal sepele seperti ini bisa berakibat naskah saudara bisa di tolak atau tidak diterima oleh

1. Penerbit buku mayor terkemuka (30 daftar penerbit mayor yang menerima naskah gratis)

2. Koran atau Majalah yang menerima kiriman tulisan (Cerpen, Esai, Puisi, Resensi, Opini) (5 Media Cetak menerima tulisan saudara dan honor)

Maka dari disarankan untuk menguasai kaidah – kaidah penulisan kalimat dan tanda baca.

6. Banyak Membaca

Membaca adalah salah satu bagian dari pengisian bahan bakar amunisi otak yang akan membuat bisa berpikir lebih luas lagi (tidak sempit atau tidak punya gambaran sama sekali)

Tanpa membaca otak kita akan buntu berpikir.

Tidak Cuma sekedar membaca buku saja, membaca itu maknanya bisa diperluas lagi seperti membaca tulisan bermutu di beranda grup facebook, halaman facebook, blog orang lain yang kita cari dengan bantuan Google. 

Membaca juga bisa seperti membaca gejala alam semisal gempa bumi, gunung meletus, tsunami, angin ribut, tanah longsor pun bisa dijadikan sarana membaca dan membaca gejala alam itu pun kita bisa menuliskan ke dalam sebuah tulisan bukan?

Tidak sekedar membaca sebuah gejala alam lagi, membaca dari sudut lain seperti membaca gejala manusia semisal memanggil seseorang, sedang makan, berdiskusi, orang terjatuh dari berkendara pun bisa dijadikan tulisan. Membaca gejala penyakit yang terjadi pada tumbuhan, hewan, manusia pun bisa. 

Membaca tumbuh tumbuhan hingga rerumputan sekeliling saudara pun juga bisa. 

Coba Mukhofas tanya apakah saudara tahu nama – nama jenis rumput yang ada di sekitar saudara?

Tergantung saudara tanggapnya dalam membacanya.Jadi membaca tidak sekedar melihat buku – buku saja. Jadi seorang penulis itu harus punya wawasan dan pengetahuan yang luas tak berhingga.

Dampak yang ditimbulkan dari membaca ini sangat banyak yang membuat saudara kaya wawasan berpikir dan khazanah pengetahuan serta informasi yang didapat makin tajam dan bertambah.

Sehingga dalam pengerjaan tulisan karya saudara akan lebih gampang. Salah satu hal kita berhenti menulis karena kurang asupan bacaan bergizi tinggi.

7. Ikut Kursus Menulis, Blogging dan Mendukung Olah Tulis

Dengan mengikuti program menulis dan pendukung menulis berarti saudara peduli dengan peningkatan skill / ketrampilan menulis saudara dan berusaha untuk terus mengembangkan diri yang tiada henti.

Menjadi seorang penulis terkenal nan professional yang legendaris itu haruslah secara konsisten menghasilkan tulisan karya terbaik nan hebat dan mau menuntut ilmu dari penulis lain yang sudah berpengalaman.

Ikut kursus pelatihan adalah satu – satunya cara untuk terus mengembangkan diri kemampuan menulisnya. Perlu diketahui bahwa menulis adalah keahlian.

Bisa datang dari bakat dan bisa juga karena diasah.Bagi sebagian orang menulis pertama kali bisa langsung mengalir dan hasilnya enak dibaca.

Hal itu disebabkan karena dalam dirinya sudah ada bakat menulis.

Tentu sangat sulit bagi yang belum terbiasa menghasilkan tulisan bagus meski saudara selembar halaman.

Saudara tipe seperti ini (sulit menulis) dan sangat disarankan untuk ikut kursus atau program menulis. Bila sering ikut tapi tidak ada perkembangan yang berarti sama saja membuang investasi belajar tersebut.

Satu lagi ketika ikut kursus mendapatkan manfaat tak terduga seperti yang sudah dijelaskan pada postingan ini dan manfaat bergabung dengan komunitas menulis aktif.

8. Riset Bahan Tulisan

Tentunya agar tulisan saudara itu bagus, menarik, dan memiliki daya tarik tersediri tentu saudara harus melakukan banyak riset mendalam terkait tulisan saudara. 

Tanpa riset (hanya mengandalkan kosakata yang telah terpatri dalam otak dan hati atau hanya angan – angan saja) akan menjadikan tulisan saudara terkesan datar tidak ada greget yang membuat pembaca terkait tujuan saudara ingin capai dalam hal menulis jenis apa.

Misalkan saudara ingin membuat novel tentang kehidupan bangsa timur tengah di masa kejayaan islam, bayangin aja kalau saudara asal menulis Cuma baca referensi rujukan sedikit saja sehingga tidak ada pengetahuan wawasan dalam pikiran saudara sehingga akan berakibat mandeg / mentok dalam menulis novel tersebut.

Maka dari itu saudara harus menggali sebanyak mungkin sumber yang berhubungan dengan kehidupan bangsa timur tengah. Ada banyak cara

1. Dengan wawancara dengan orang – orang yang terkait (missal: ahli sejarah dari timur tengah, para ulama yang tahu betul masa lalu timur tengah dll)

2. Membaca situasi lingkungan terkait (misal: jejak – jejak kehidupan bangsa timur tengah seperti budaya – ekonomi – sosial, bisa berkunjung ke museum yang ada, peninnggalan peradaban)

3. Membaca perbukuan / Arsip / Dokumen (missal: membaca buku di perpustakaan umum terkait kehidupan bangsa timur tengah, perpustakaan Universitas yang menyimpan arsip – arsip dan dokumen kuno yang akan menjadi penunjang)4. Cari di internet dengan sumber menyakinkan (bukan berita bohong hoax) dan bisa dipertanggungjawabkan keakuratan informasi tersebut.

Dari hasil riset yang mendalam itu dikumpulkan data – data sehingga dalam penggarapan naskah novel tentang kehidupan timur tengah di masa kejayaan islam itu akan lebih gampang dan hasil tulisan yang akan dihasilkan akan menjadi luar biasa (apabila belum ada orang yang menggarap tema sejenis).

Sama juga dalam pembuatan tulisan jenis lain, sebut saja menulis buku “biografi 100 tokoh Indonesia berpengaruh di dunia” hanya dengan riset di internet googling sana sini itu belumlah cukup. 

Sehingga saudara harus melakukan riset seperti yang sudah dijelaskan 4 poin penting diatas. Dan ini memang bukan suatu perkara yang mudah yang harus dihadapi oleh saudara bila ingin menjadi salah satu penulis legendaries.

Ada satu hal penting seperti ini: seorang juara kelas ia belajar lebih banyak dan lebih keras daripada mereka yang menjadi peringkat bawahnya untuk menjadi yang terbaik.

Jika saudara ingin menjadi penulis legendaries saudara juga harus melakukan hal serupa, berjuang lebih keras dan hebat dari penulis biasa nan rata – rata.

9. Pemasaran (Marketing) Tulisan Karya

Dongkrak Penjualan Melalui Marketing Strategy & Competitive Positioning: Mengukur Segmentasi, Targeting, dan Positioning Menggunakan SPSS

Menjadi penulis diibaratkan juga menjadi pengusaha jual beli mobil yang mana jenis – jenis mobil adalah barang dagangan. 

Jika penulis menjual kata – kata yang kita tulis, biar ada yang membacanya tentu juga harus dikampanyekan / dipromosikan sesuai dengan tulisan yang saudara garap.

bila tulisan tema novel “hijrah dari masa pacaran ke nikah halal” tentu saudara harus mampu mencari pembaca – pembaca yang tepat sesuai target. 

Salah satu cara pemasarannya adalah dengan bergabung ikut komunitas terkait tema – tema tadi, saudara harus mengomukasikan (branding) perihal siapa saudara ke mereka sehingga mereka kenal baik dan tidak menggap sebelah mata.

Bila saudara asal promosi saja tanpa melakukan sosialisasi saudara mungkin akan kena gertak admin dan dikeluarkan.

Bila taktik yang saya lakukan bangun hubungan personal satu – satu hingga mereka kenal betul saudara sebanyak – banyaknya,

katakanlah 50000 orang anggota maka nama kita selaku penulis akan dikenal dan secara otomatis akan terbentuk citra dari kecil menjadi lebih luas dan dikenal.

Ada banyak cara untuk melakukan pemasaran karya saudara makin dikenal public. berikut:

1. 25 Cara Mempromosikan Buku Mudah dan Contohnya

2. 30 Cara Mempromosikan Tulisan karya Blog Saudara (berlaku juga untuk tulisan notes facebook, whatsapp dan lain – lain)

10. Tulisan Karya yang Saudara Hasilkan dan Dirilis ke Publik (Masyarakat) akan jadi milik pembaca

Banyak orang tak tahu menjadi penulis atau profesi lain yang bisa menghasilkan suatu mahakarya luar biasa (masterpiece) termasuk sebuah novel yang ditulis dari  ketikan – ketikan keyboard dan telah dikonsumsi banyak pihak (masyarakat luas ) bukan berarti selamanya hak milik saudara.

Penghasilan (royalty) tentu akan masuk rekening saudara, tapi sesungguhnya setelah tulisan karya saudara dilempar atau dirilis secara luas dan public tahu saudara sudah  tidak bisa punya kuasa menentukan nasib karya saudara.

Saudara mungkin akan menemui tulisan saudara dibully yang membuat hati saudara selaku penulis tersayat dan geram yang tekecamuk nan bertubi –tubi.Bisa juga malah dipuji dengan komentar – komentar yang luar biasa apresiasi positifnya.

Pembaca tulisan karya saudara akan menilai dari tulisan yang telah saudara torehkan (telurkan). Setiap individu pembaca akan memberi cap label terhadap tulisan karya saudara sesuai keinginan mereka berlandaskan pemikiran mereka dengan mempertimbangkan beragam aspek.

Saudara bisa disebut “penulis kreatif”, “penulis cerdas”, “penulis inovatif” yang bisa mendobrak gaya penulis lain yang dinilai sudah umum (mainstream), “penulis Cuma cari duit” tanpa memandang dampak yang mungkin timbul terutama negatifnya, “penulis sampah “ yang karyanya tak pantas dibeli dikarenakan sudah banyak tulisan karya sejenis, “penulis perusak” masa depan generasi manusia.Sebaik dan seburuk apapun tulisan karya yang saudara hasilkan, saudara takkan pernah bisa memuaskan banyak orang. 

Satu satunya cara membuktikan bahwa saudara penulis yang patut diperhitungkan adalah dengan terus menerus konsisten menulis karya dengan tulisan – tulisan terbaik, buat mereka yang tidak suka diam dan bengong tak terkutik dengan sebuah usaha, kerja keras yang tidak henti.

11. Bagaimana Jika dalam proses menulis  tidak bisa menulis dan hasilnya jelek (buruk)

Setiap penulis pasti pernah mengalami kebuntuan ide menulisnya (writers blocks . merupakan salah satu penyakit yang sering menghinggapi para penulis pemula maupun penulis level lanjutan..Lantas bagaimana cara mengatasi dan apa saja penyebabnya. Saudara bisa baca 

1. Apa itu Writes Blocks dan Penyebab serta Solusinya

Saya pribadi ketika mengalami hal seperti ini akan melakukan riset bacaan dengan googling terkait apa yang sedang ditulis, membaca tulisan para penulis situs website blog yang punya kredibelitas / terpercaya dan membaca berbagai referensi agar tidak terjadi kebuntuan dalam memaparkan tulisan yang sedang digarap.

Ketika para calon penulis atau saudara yang sudah terjun menjadi penulis dan masih tahap iseng – iseng menulis hanya berdasarkan mood (suasana jiwa / hati) tentu mengalami hambatan – hambatan seperti ini.

Disinilah saudara ditempa, diuji keistiqomahan untuk terus melaju kearah depan (masa depan) impian saudara menancapkan impian menjadi seorang penulis sukses nan profesional.Saudara harus bisa untuk mengalahkan mengalahkan kejenuhan dan rasa malas dalam diri untuk tetap menulis, menulis.

Jadikan menulis sebagai pekerjaan kantoran yang wajib yang saudara lakukan 8 jam tiap harinya. Tidak ada alasan untuk bolos atau dengan alasan lain yang dibuat – buat seperti sibuk dengan berbagai ragam kegiatan harian saudara.

Teruslah menulis seburuk apapun hasilnya.Bagi penulis yang sudah senior dan berpengalaman serta profesional menulis sesuatu yang buruk dan abal  – abal nan berantakan masih bisa diperbaiki diwaktu mendatang lewat proses editing / revisi, tapi menyerah pada ketidakengganan diri adalah sebuah bentuk kekalahan yang tidak mau menjadi lebih baik dan naik kelas dari sebelumnya. Banyak penulis pemula, bayangin sebuah segitiga / piramida.

Dimana bagian bawah segitiga ada ratusan dan ribuan penulis pemula yang sangat mengidamkan menjadi penulis besar (baca Terkenal).

Maka dari ratusan / ribuan itu saudara harus bisa menduduki posisi puncak segitiga / piramida untuk bisa dikatakan sebagai penulis yang legendaris seperti yang terjadi penulis kawakan internasional.

12. Harus bisa mematahkan Mood (Suasana hati / jiwa)

Bila saudara benar – benar meniatkan untuk menjadi penulis profesional saudara harus melakukan aktivitas menulisnya sebagai suatu pekerjaaan yang tetap harus dilakukan setiap harinya, tanpa peduli situasi jiwa / hati.Tidak peduli saudara sedang bersedih gara – gara diejek / dibully habis – habisan, gagal naik kelas, gagal ujian, mendapatkan kabar buruk yang tidak menyenangkan dan bisa merubah sausana hati / jiwa tidak jadi menulis.

Kalau saudara selama ini memandang aktivitas / kegiatan menulis sebagai menumpahkan isi hati yang hanya dilakukan saat mood yang tepat datang, coa untuk mempertimbangkan impian cita – cita menjadi penulis.

Mampukah saudara menjadi mesin penghasil kata – kata (tulisan) yang bisa terus menghasilkan karya tidak peduli apapun keadaanya? 

Bisakah saudara mengesampingkan masalah pribadi untuk melanjutkan tulisan – tulisan saudara yang berhenti / terbengkalai?Berikut langkah agar Mood / Suasana Hati tumbuh aktif menulis

1. Cara agar Mood Menulis 

13. Jadikan Passion (keinginan besar)

Teruskan tumbuhkan passion menjadi penulis dengan selalu memunculkan motivasi terkuat yang ada dalam diri sediri.

Munculkan rasa cinta pada menulis secara berkelanjutan dalam proses tumbuh / perkembangan terus menerus impian menjadi penulis profesional walaupun hari ini masih belum ada rasa cinta (kecintaan dalam menulis).

Rasa cinta pada keinginan besar dan kegemaran menulis secara berkelanjutan dalam jangka panjang ini akan menjadi api semangat yang tidak akan mematahkan berhenti menulis.

Jatuh cinta adalah nafas yang akan terus mengalir sepanjang hidup saudara.

Setelah membaca postingan ini Bagaimana dengan pendapat saudara?

Silahkan bercerita banyak tentang masalah saudara di komentar dan komunitas BauBlogging yang ada

NB : Berlaku juga untuk penulis blog / blogger, Penulis Website, Penulis buku, penulis online

13 Langkah Persiapan Sebelum Menjadi Seorang Penulis Terkenal dan Legendaris (Buku, Situs, Website, Blog, Freelancer, Online) | Cara dan Langkah Awal Menjadi Seorang Penulis

Leave a Reply