Tips Menulis Ala J.K Rowling

#1Tips Menulis ala J.K. Rowling 1

_“I always advise children who ask me for tips on being a writer to read as much as they possibly can.”_

Membaca adalah salah satu cara melihat dunia.

Bukan dengan menulis terus menerus, Jo malah menyarankan agar calon penulis memperbanyak bacaannya. Kenapa, ya?

Ternyata, inilah alasannya: semakin banyak kamu membaca, perbendaharaan katamu akan semakin banyak. Kamu juga akan semakin baik dalam memahami metafora, puisi, keindahan, ataupun empati di dalam sebuah cerita. Bisa dikatakan, penulis hebat biasanya memiliki jiwa yang selalu haus akan bacaan.

#2 Tips Menulis ala J.K. Rowling 2

_“Write what you know: your own interests, feelings, beliefs, friends, family and even pets will be your raw materials when you start writing.”_

Mungkin, ada kalanya seseorang yang mau mulai menulis memiliki ambisi tinggi untuk menghasilkan karya yang spektakuler. Bukan berarti hal itu salah, Quipperian. Tapi, cobalah untuk menulis dari hal sederhana yang paling kamu mengerti dan paling dekat denganmu. Dengan begitu, hasil karyamu akan terasa nyata.

Karena kamu memiliki kehidupan dengan segudang pengalaman di dalamnya ataupun pernah merasakan emosi, kamu sebetulnya bisa menghasilkan sebuah cerita. Dengan menulis, kamu hanya menuangkan cerita tersebut di atas kertas.

#3 Tips Menulis ala J.K. Rowling 3

_“You’ve got to work. It’s about structure. It’s about discipline. It’s all these deadly things that your school teacher told you you needed… You need it.”_

Jika kamu bercita-cita menjadi seorang penulis, kamu harus ingat bahwa itu adalah sebuah pekerjaan, bukan hobi. Saat menulis, semua orang pasti pernah mengalami rasa jenuh dan kehabisan ide. Maklum, inspirasi memang tidak datang setiap saat.

Akan tetapi, orang yang bekerja sebagai penulis harus dapat melatih dirinya untuk tetap duduk dan menulis meskipun tidak bisa menuangkan ide-ide baru dalam tulisannya. Bisa jadi, hal ini adalah tantangan terbesar bagi seorang penulis.

#4 Tips Menulis ala J.K. Rowling 4

_“Perseverance is absolutely essential, not just to produce all those words, but to survive rejection and criticism.”_

Tantangan lainnya bagi seorang penulis baru adalah menghadapi kejamnya dunia penerbitan. Misalnya, Harry Potter yang ditolak dua belas penerbit sebelum akhirnya diterima oleh sebuah penerbit kecil. Eits, tantangannya tidak berhenti sampai di situ, Quipperian!

Setelah tulisanmu terbit, kamu tidak lantas bebas dari kritik dan review yang buruk, lho. Kalau kamu tidak siap, bisa-bisa kamu jadi depresi! Tapi, kamu perlu ingat bahwa kamu tidak boleh berhenti menulis hanya karena kata orang lain. Saat menghadapi penolakan, kamu harus mengambil pulpenmu dan kembali menulis.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *